Kesabaran Menjaga dalam Taat Kepada-Nya

Aku mencintaimu, dan aku mengharapkan imam yang menjaga dirinya

Itu sebabnya aku tak akan menarik perhatianmu dengan cara menggoda

Aku mencintaimu, dan aku menginginkan pasangan yang baik agama dan akhlaknya

Itu mengapa aku akan berusaha mengenalmu dengan cara yang di ridhoinya

Aku mencintaimu, dan aku berdo’a kelak memiliki rumah tangga yang diberkahi Allah Ta’ala

Jadi, aku berusaha menjaga kesucian diri selama proses pengenalan kita

Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai-Nya

Aku mengharapkanmu, tapi aku lebih mengharapkan pilihan terbaik dari-Nya

Cintaku adalah kesabaran menjaga dalam taat kepada-Nya

Di depanmu aku mungkin banyak diam

Namun dalam istikharah di akhir malam, berkali-kali kusebut namamu ..

Buku #AkuMenjemputCinta

Cara Membuat Raport Otomatis Menggunakan VLOOKUP

Yuk kita pelajari bersama bagaimana langkah-langkahnya.

  1. Buka Ms. Excel
  1. Pada Sheet 1 buatlah tabel yang berisi kolom angka dan huruf, kemudian buatlah angka 0-100 pada kolom angka dan buatlah nama-nama huruf dari nol-seratus pada kolom huruf.

– Untuk mengubah sheet 1 menjadi huruf, kamu cukup memblok kolom angka 0 dan huruf Nol sampai baris terakhir dari tabel angka dan huruf , kemudian dalam Name Box cukup kamu tulis “huruf” lalu enter

  1. Pada Sheet 2 buatlah tabel yang berisi kolom NIS, Nama, Mata Pelajaran (sesuai kebutuhan), Jumlah, Rata-rata dan Rank

– Untuk mengubah sheet 2 menjadi leger, kamu cukup memblok baris awal dari kolom NIS sampai kolom Mata Pelajaran hingga baris terakhir dari kolom NIS sampai Mata Pelajaran, kemudian dalam Name Box cukup kamu tulis “leger” lalu enter (seperti gambar diatas)

  1. Untuk menghitung kolom jumlah dari masing-masing siswa, langkah yang harus kamu lakukan antara lain memasukan rumus =SUM(tarik ke samping dari kolom mata pelajaran awal sampai akhir pada baris siswa pertama) seperti gambar di bawah ini, untuk menghitung jumlah nilai dari siswa berikutnya, kamu cukup menarik jumlah nilai siswa awal sampai akhir pada kolom jumlah
  2. Untuk menghitung kolom Rata-rata dari masing-masing siswa, langkah yang harus kamu lakukan antara lain memasukan rumus =Average(tarik ke samping dari kolom mata pelajaran awal sampai akhir pada baris siswa. pertama) seperti gambar di bawah ini, untuk menghitung nilai rata-rata dari siswa berikutnya, kamu cukup menarik rata-rata nilai siswa awal sampai akhir pada kolom rata-rata.
  3. kolom Rank dari masing-masing siswa, langkah yang harus kamu lakukan antara lain memasukan rumus =Rank(klik pada jumlah nilai siswa awal;Jumlah) seperti gambar di bawah ini, untuk menghitung nilai rank dari siswa berikutnya, kamu cukup menarik rank nilai siswa awal sampai akhir pada kolom rank.
  4. Untuk menghitung jumlah tertinggi dari seluruh siswa, langkah yang harus kamu lakukan antara lain memasukan rumus =Max(tarik baris awal sampai akhir pada kolom jumlah) seperti gambar dibawah ini.
  5. Untuk menghitung jumlah terendah dari seluruh siswa, langkah yang harus kamu lakukan antara lain memasukan rumus =Min(tarik baris awal sampai akhir pada kolom jumlah) seperti gambar di bawah ini
  6. Sebelum mengisi raport otomatis, kamu harus membuat tabel raport seperti di bawah ini.
  7. Untuk mengisi Nama Peserta Didik, kamu harus menggunakan rumus =VLOOKUP(Klik pada D5 atau kolom nomor induk siswa;leger;2) lalu enter.
  8. Untuk mengisi Kolom Angka pada Nilai Hasil Belajar, kamu harus menggunakan rumus =VLOOKUP(Klik pada D5 atau kolom nomor induk siswa;leger;kolom mata pelajaran) lalu enter contoh untuk nilai PAI =VLOOKUP(D5;leger;3). Untuk nilai mata pelajajaran selanjutnya, kamu cukup double klik pada kolom angka pertama kemudian pilih F4 dibelakang D5 maka nilai mata pelajaran lainnya akan muncul secara otomatis, namun jangan lupa mengganti kolom mata pelajaran yang dibutuhkan. Contoh kolom 3 untuk PAI =VLOOKUP(D5;leger;3), kolom 4 untuk PKn=VLOOKUP(D5;leger;4).
    15.Untuk mengisi Kolom Huruf pada Nilai Hasil Belajar, kamu harus menggunakan rumus =VLOOKUP(Klik pada kolom angka baris pertama;huruf;2) lalu enter contoh =VLOOKUP(F11;huruf;2) untuk selanjutnya gunakan langkah yang sama.Untuk mengisi Kolom Predikat pada Nilai Hasil Belajar, kamu harus menggunakan rumus =VLOOKUP(Klik pada kolom angka baris pertama>=”Nilai KKM”,”Terlampaui”,”Belum Terlampaui”) lalu enter contoh =VLOOKUP(F11>=75,”Terlampaui”,”Belum Terlampaui”) untuk selanjutnya gunakan langkah yang sama.

Untuk mengisi Kolom Jumlah, kamu harus menggunakan rumus =SUM(Tarik baris awal sampai akhir pada kolom angka) kemudian enter20. Untuk mengisi Kolom Peringkat Ke-, kamu harus menggunakan rumus =Rank(Klik pada kolom jumlah;Jumlah) kemudian enter. Contoh =Rank(F24;Jumlah) 21. Untuk mengisi Kolom Keterangan, kamu harus menggunakan rumus =IF(Klik pada kolom jumlah>=Jumlah tertinggi;”Pertahankan prestasi belajar mu”;IF(Klik pada kolom jumlah>=Jumlah tengah;”Tingkatkan prestasi belajarmu”;”Teruslah belajar dan tingkatkan semangat belajar mu”)) lalu enter. Contoh =IF(F24>=890;”Pertahankan prestasi belajar mu”;IF(F24>=880;”Tingkatkan prestasi belajar mu”;”Teruslah belajar dan tingkatkan semangat belajar mu”)) 17. Untuk memudahkan dalam melihat nilai gunakan Data Validation. Caranya sangat mudah, kamu cukup klik pada nomer induk siswa, kemudian pilih menu data dan pilih data validation. Maka akan muncul tampilan berikut, kemudian pada kolom Source kamu cukup memblok dari nomer induk pertama sampai nomer induk terakhir kemudian enterMaka tampilan akan berubah otomatis seperti ini.

Cara Membuat Presentasi Menggunakan PowerPoint

PowerPoint merupakan program dari suite Microsoft Office, yang tersedia untuk komputer Windows dan Mac.

Bagian 1 dari 6:
Membuat Berkas PowerPoint Baru

1. Buka PowerPoint. Klik atau klik dua kali ikon aplikasi PowerPoint yang tampak seperti kotak berwarna oranye dengan huruf “P” berwarna putih. Setelah itu, halaman templat PowerPoint akan ditampilkan.

2. Tinjau pilihan templat yang tersedia. Telusuri halaman hingga Anda menemukan templat yang diinginkan.
Templat-templat tersebut mencakup aspek-aspek seperti skema warna yang dapat dimodifikasi, fon, dan tampilan umum.

3. Pilih templat. Klik templat yang ingin digunakan. Setelah itu, jendela templat akan dibuka.
Jika Anda tidak ingin menggunakan templat, klik opsi “Blank” di pojok kiri atas halaman dan lewati dua langkah berikutnya.

4. Pilih tema jika memungkinkan. Banyak templat yang menawarkan beragam skema warna atau tema berbeda yang ditandai oleh kotak-kotak berwarna di pojok kanan bawah jendela. Klik salah satu kotak tersebut untuk mengubah skema warna dan/atau tema templat.
Lewati langkah ini jika templat yang terpilih tidak memiliki tema.

5. Klik Create. Tombol ini berada di pojok kanan bawah jendela. Setelah itu, templat akan terpilih dan berkas presentasi PowerPoint akan dibuat.

Bagian 2 dari 6:
Membuat Halaman Judul

1. Tentukan tampilan halaman judul presentasi Anda. Tidak seperti halaman-halaman lain pada presentasi, halaman judul tidak boleh memiliki konten-konten apa pun selain judul dan subjudul. Hal ini dianggap sebagai keharusan profesional saat membuat presentasi PowerPoint.
Jika Anda diminta membuat presentasi PowerPoint dengan halaman judul yang lebih kompleks, abaikan langkah ini.

2. Tambahkan judul. Klik kotak teks besar yang berada di tengah halaman pertama, kemudian tikkan judul presentasi.
Anda bisa mengubah fon dan ukuran teks yang digunakan pada tab “Home” di pita oranye yang ditampilkan di bagian atas jendela program.

3. Tambahkan subjudul. Klik kotak teks yang lebih kecil di bawah kotak judul, kemudian tikkan subjudul yang ingin digunakan.
Anda juga bisa mengosongkan kotak tersebut jika mau.

4. Susun kembali kotak judul. Tempatkan kursor pada salah satu sudut kotak judul, kemudian klik dan seret kotak ke sekitar halaman untuk mengubah posisinya.
Anda juga bisa mengeklik dan menyeret salah satu sudut kotak teks ke luar atau dalam untuk mengecilkan atau memperbesar ukuran kotak teks.

5. Klik tab Transitions. Tab ini berada di bagian atas jendela PowerPoint. Setelah itu, daftar efek transisi halaman akan ditampilkan di bagian atas halaman.

6. Pilih transisi untuk halaman judul. Klik transisi yang ingin digunakan untuk diterapkan pada halaman. Langkah ini mengakhiri proses pembuatan halaman judul. Sekarang, Anda bisa menambahkan halaman lain untuk konten utama presentasi.
Tempatkan kursor pada opsi transisi untuk mendemonstrasikan tampilan transisi setelah disisipkan.

Bagian 3 dari 6:
Menambahkan Halaman Baru

1. Klik tab Insert. Tab ini berada di bagian atas jendela PowerPoint. Setelah itu, bilah peralatan baru akan ditampilkan di bagian atas jendela.
Pada komputer Mac, klik tab “Home”. [1]

2. Klik tombol New Slide ▼. Tombol ini berada di ujung kiri bilah peralatan. Setelah itu, menu drop-down akan ditampilkan.
Pada komputer Mac, klik panah drop-down di samping kanan ikon “New Slide” pada bilah peralatan.
Klik kotak halaman salindia berwarna putih di atas opsi untuk memasukkan halaman teks baru pada presentasi.

3. Pilih jenis halaman. Pada menu drop-down, klik salah satu opsi berikut untuk ditambahkan ke presentasi:
“Title Slide” (halaman judul)
“Title and Content” (halaman judul dan konten)
“Section Header” (halaman judul segmen)
“Two Content” (halaman dengan dua konten)
“Comparison” (halaman dengan perbandingan konten)
“Title Only” (halaman dengan judul saja)

“Blank” (halaman kosong)
“Content with Caption” (halaman dengan konten dan keterangannya)
“Picture with Caption” (halaman dengan gambar dan keterangannya)

4. Tambahkan halaman-halaman lain yang dibutuhkan. Anda bisa menambahkan halaman sambil mengerjakan presentasi, tetapi dengan menambahkan beberapa halaman sejak awal, Anda bisa mendapatkan gambaran mengenai tata letak presentasi sambil menyelesaikannya.

5. Posisikan kembali halaman-halaman sesuai kebutuhan. Setelah memiliki lebih dari satu halaman pada presentasi PowerPoint, Anda bisa memindahkan halaman-halaman dengan mengeklik dan menyeret kotak pratinjau halaman ke atas atau bawah di kolom kiri jendela PowerPoint.
Halaman judul tentu saja harus menjadi halaman pertama dalam presentasi. Ini artinya, halaman tersebut harus selalu berada di posisi teratas di kolom kiri jendela program.

Bagian 4 dari 6:
Menambahkan Konten ke Halaman

1. Pilih halaman. Pada kolom kiri pratinjau halaman, klik halaman yang ingin disunting. Setelah itu, halaman tersebut akan ditampilkan di jendela presentasi utama.

2. Carilah kotak teks. Jika memilih halaman yang memiliki kotak teks, Anda bisa menambahkan teks ke halaman tersebut.
Lewati langkah ini dan dua langkah berikutnya jika halaman yang terpilih menggunakan templat yang tidak memiliki kotak teks.

3. Tambahkan teks ke halaman. Klik kotak teks, kemudian tikkan teks sesuai kebutuhan.
Kotak teks pada PowerPoint secara otomatis akan mengatur format teks yang Anda masukkan (mis. menambahkan poin/bullet) berdasarkan konteks konten itu sendiri.

4. Sesuaikan format teks halaman. Jika perlu, pilih teks yang ingin diubah, klik tab “Home”, dan tinjau opsi format teks pada segmen “Font” di bilah peralatan.
Anda bisa mengubah fon teks yang terpilih dengan mengeklik nama fon yang digunakan saat ini dan mengeklik fon yang diinginkan.
Jika Anda ingin mengubah ukuran teks, klik kotak drop-down bernomor dan pilih nomor yang lebih besar atau kecil, berdasarkan pilihan yang diinginkan (mis. memperbesar atau memperkecil tampilan teks).
Anda juga bisa mengubah warna, menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi teks, atau melakukan perubahan lain pada tahap ini.

5. Tambahkan foto ke halaman. Jika Anda ingin menambahkan foto ke halaman, klik tab “Insert”, kemudian klik “Pictures” pada bilah peralatan dan pilih foto yang diinginkan.

6. Sesuaikan kembali konten halaman. Seperti halnya pada halaman judul, Anda bisa memindahkan konten pada halaman dengan mengeklik dan menyeretnya.
Foto dapat diperbesar atau diperkecil dengan mengeklik dan menyeret salah satu sudutnya ke arah dalam atau luar.

7. Ulangi langkah ini untuk setiap halaman presentasi. Setelah membuat setiap halaman untuk presentasi, Anda bisa beralih ke bagian berikutnya.
Ingatlah untuk menjaga agar setiap halaman tetap rapi dan tidak memiliki banyak pengalih perhatian. Ada baiknya setiap halaman memiliki teks dengan 33 kata (atau kurang). [2]

Bagian 5 dari 6:
Menambahkan Transisi

1. Pilih halaman. Di kolom kiri jendela PowerPoint, klik halaman yang ingin disisipi transisi.

2. Klik tab Transitions. Tab ini berada di bagian atas jendela PowerPoint. Setelah itu, bilah peralatan “Transitions” akan ditampilkan di bagian atas jendela.

3. Tinjau pilihan transisi yang tersedia. Transisi membuat halaman dibuka dalam tampilan yang menarik pada saat Anda melakukan presentasi. Anda bisa melihat daftar transisi yang tersedia di bagian atas jendela.

4. Tampilkan pratinjau transisi. Klik transisi di bagian atas jendela untuk menyaksikannya pada salindia.

5. Pilih transisi yang ingin digunakan. Setelah menentukan transisi, klik opsi untuk memastikan transisi sudah terpilih. Setelah itu, halaman yang dibuka saat ini akan menggunakan transisi tersebut.

6. Tambahkan transisi ke konten halaman. Anda bisa menerapkan transisi pada bagian konten tertentu (mis. foto atau poin paragraf) dengan memilih konten, mengeklik tab “Animations” di bagian atas jendela, dan memilih transisi yang ingin digunakan.

Bagian 6 dari 6:
Menguji dan Menyimpan Presentasi

1. Tinjau presentasi PowerPoint yang baru dibuat. Setelah selesai menambahkan sisa konten presentasi, periksa setiap halaman untuk memastikan tidak ada konten yang belum ditambahkan.

2. Klik tab Slide Show. Tab ini berada di bagian atas jendela. Setelah itu, bilah alat “Slide Show” akan ditampilkan.

3. Klik From Beginning. Tombol ini berada di pojok kiri bilah peralatan. Sekarang, presentasi PowerPoint Anda akan dibuka dalam tampilan salindia (slideshow).

4. Buka setiap halaman pada salindia. Anda bisa menggunakan tombol panah kiri dan kanan untuk kembali atau maju ke halaman berikutnya pada presentasi.
Jika Anda perlu keluar dari mode salindia, tekan tombol Esc.

5. Buatlah perubahan yang diperlukan sebelum beralih ke langkah berikutnya. Setelah selesai menelusuri presentasi, tambahkan detail-detail yang terlupakan, hapus konten yang tidak diperlukan, dan lakukan perubahan lainnya.


6. Simpan presentasi PowerPoint. Presentasi akan disimpan sebagai berkas yang bisa dibuka di komputer Windows atau Mac yang memiliki program PowerPoint:
Windows – Klik menu “File”, pilih “Save”, klik dua kali “This PC”, pilih lokasi penyimpanan berkas, masukkan nama presentasi, dan klik “Save”.
Mac – Klik menu “File”, pilih “Save As…”, masukkan nama presentasi pada kolom “Save As”, pilih lokasi penyimpanan dengan mengeklik kotak “Where” dan memilih folder yang diinginkan, dan klik “Save”.

Tutorial Cara Membuat Daftar Isi Secara Otomatis

Untuk membuat Daftar isi secara otomatis sebenarnya bisa dilakukan baik itu pertama kali Anda membuat sebuat Dokumen maupun setelah dokumen jadi, namun itu tergantung Anda agar penerapannya bisa dilakukan secara maksimal juga kedepannya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Kamu lakukan hingga Daftar isi Bisa dibuat secara otomatis :
PART 1 – SETTING DAN AKTIFASI DAFTAR ISI

  1. Mengkonfigurasi dan Menerapkan Heading
    Langkah pertama yang bisa anda lakukan untuk membuat daftar isi adalah melakukan konfigurasi pada Heading dimana nanti Anda akan s ecara otomatis akan mudah dalam mengatur BAB BAB yang ada pada dokumen, Berikut adalah langkahnya :

– Membuat Heading 1 untuk BAB
Hal yang pertama kali kita lakukan adalah melakukan konfigurasi heading untuk BAB Dokumen Anda. Berikut langkahnya.
Silakan Blok Judul BAB Anda

– Kemudian Pada Menu Home, Klik Styles dan Pilih Heading 1

– Pada Heading 1, Kemudian Klik kanan dan pilih Modify

– Berhubung Heading 1 ini akan kita gunakan untuk Judul BAB, Silakan Anda konfigurasi bagaimana tampilan Judul bab yang Anda inginkan. Jika Sudah Klik OK

1.2 Membuat Heading 2 untuk SUB-BAB
Selanjutnya, jika Anda sudah melakukan konfigurasi pada Judul BAB, dikarenakan setiap bab ada anak judulnya atau sering kita sebut dengan sub-bab maka Anda perlu melakukan hal yang sama pada sub-bab seperti yang dilakukan sebelumnya pada bab, hanya saja disini Anda bisa memilih heading 2
– Silakan Blok Judul SUB-BAB Anda
Kemudian Pada Menu Home, Klik Styles dan Pilih Heading 2

– Pada Heading 2, Kemudian Klik kanan dan pilih Modify

– Berhubung Heading 1 ini akan kita gunakan untuk Judul SUB-BAB, Silakan Anda konfigurasi bagaimana tampilan Judul SUB-BAB yang Anda inginkan. Jika Sudah Klik OK

1.3 Membuat Heading 3 untuk Anak SUB-BAB
Terkadang Anda mempunyai poin lebih details pada Sub-bab Anda yang kita sebut dengan anak sub-bab seperti Poin 1.1.1 Sehingga Anda juga perlu untuk melakukan konfigurasi Heading 3 untuk anak sub-bab Anda dengan cara yang sama seperti sebelumnya :
– Silakan Blok Judul ANAK SUB-BAB Anda
Kemudian Pada Menu Home, Klik Styles dan Pilih Heading 3

– Pada Heading 3, Kemudian Klik kanan dan pilih Modify

– Berhubung Heading 1 ini akan kita gunakan untuk Judul ANAK SUB-BAB, Silakan Anda konfigurasi bagaimana tampilan Judul ANAK SUB-BAB yang Anda inginkan. Jika Sudah Klik OK

Jika Anda sudah melakukan konfigurasi dan Menerapkan Heading pada setiap judul baik itu judul bab, sub bab dan anak sub bab, maka Anda perlu menerapkan semuanya sesuai dengan heading yang dipilih untuk semua bab, sub bab dan anak sub bab yang ada pada halaman dokumen Anda.

  1. Membuat Daftar Isi Muncul Otomatis
    – Memasukkan Letak Daftar Isi
    Setelah Anda berhasil melakukan Konfigurasi dan menerapkan Heading pada seluruh BAB, SUB-BAB dan ANAK SUB-BAB selanjutnya Anda bisa membuat Daftar isi secara otomatis dengan cara yang sangat cepat dan Mudah.
    – Pastikan Anda telah menyediakan 1 halaman khusus untuk daftar isi Anda, Letakkan Kursor pada halaman tersebut
    – Klik Menu References, Kemudian sebelah kiri Klik Table of Contents, Pilihlah Bentuk Daftar isi yang Anda inginkan.

Setelah Anda berhasil melakukan Klik pada Table of Contents maka Akan muncul Daftar isi yang sudah dibuat secara otomatis

2.2 Cara Update, Edit, Hapus Daftar isi
Untuk melakukan Edit, Anda dapat melakukannya dengan manual dengan cara mengarahkan kursor anda pada area daftar isi yang ingin diubah baik itu tulisan maupun bentuknnya secara manual.
Nah, jika Anda melakukan update mayor yang menyebabkan ada perubahan letak halaman pada dokumen Anda, seperti contoh misalnya pada awalnya BAB 2 berada di halaman 3, karena ada penambahan konten pada BAB 1 menyebabkan posisi halaman BAB 2 dan seterusnya berubah, Anda tidak perlu repot untuk mengedit secara manual, cukup dengan cara berikut :
– Update Hanya pada Nomor Halaman dengan cara klik Kolom Table of Contents yang ada pada dokumen halaman daftar isi, Klik Update page number Only, lalu OK
Update pada keseluruhan isi Daftar isi dengan cara klik Kolom Table of Contents yang ada pada dokumen halaman daftar isi, Klik Update Entire Tables, lalu OK

Maka daftar isi Anda akan update secara otomatis tanpa Ribet untuk mengurus manual membuat Daftar isinya.
– Untuk menghapus Daftar isi juga tidak susah, Anda cukup Mengklik Tables of Content, kemudian Pilih Remove Table Of Content

PART II. Menambah Nomor Halaman (Page Number) *Optional
Ada yang juga tidak kalah penting selain melakukan update untuk Daftar isi, pastikan Anda juga membuat Nomor Halaman (page number) Pada Halaman Anda. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat, namun dalam beberapa kondisi Ada beberapa konfigurasi yang perlu Anda perhatikan dalam membuat dan mengupdate nomor halaman (page number) beserta daftar isi.


2.1 Membuat Nomor Halaman / Page Number
Cara 1 : Menambahkan Nomor Halaman (Page Number)
Tambahkan penomoran halaman dasar ke dokumen Word dengan menggunakan tombol Page Number pada tab Insert .Berikut langkahnya :

– Cara 1 : Pilih Insert > Page Number.
Pilih lokasi, seperti Top of Page atau Bottom of Page, lalu pilih salah satu style yang Anda suka di galeri. Microsoft Word akan secara otomatis menambahkan page number di setiap halamannya.
Setelah selesai, pilih Close Header and Footer , atau klik dua kali di luar area header dan footer.
– Cara 2 : Menambahkan Nomor Halaman (Page Number)
Anda dapat memanfaatkan fasilitas Quick Parts untuk menambahkan nomor halaman ke header atau footer yang ada, berikut caranya :

Klik dua kali di area header (bagian atas halaman) atau area footer (bagian bawah halaman) untuk membuka tab Design di bawah Header & Footer Tools .
Di grup Position, pilih Insert Alignment Tab, dan pilih Center, Left, atau Right, tergantung dari mana Anda ingin nomor halaman Anda muncul, lalu klik OK.
Pada tab Insert , pilih kotak dialog Quick Parts > Field .
Dalam daftar Field Names, pilih Page dan di bawah Field properties, pilih format penomoran yang ingin Anda gunakan, kemudian pilih OK.
Untuk kembali ke dokumen Anda, pilih Close Header and Footer.

2.2 Tips Penomoran Halaman (Page Number)
2.2.1 Menghilangkan nomor halaman dari halaman pertama
Ada kondisi dimana terkadang Anda tidak memunculkan Nomor halaman pada halaman pertama, sehingga Anda perlu melakukan hal ini :

Klik tab Insert kemudian klik Header > Edit Header (atau Footer > Edit Footer ).
Pada tab Header & Footer Tools Design, di group Options , pilih Different First Page.
Di area header atau footer, Anda akan melihat sebuah label di halaman pertama yang bertuliskan First Page Header. Pilih nomor halaman untuk di highlight dan kemudian tekan tombol Delete, atau klik kanan dan pilih Cut .
Klik Close Header and Footer atau tekan Esc untuk keluar.
2.2.2 Nomor Halaman tidak Mulai dari Halaman Pertama
Pernah ada kasus dimana dalam membuat halaman tidak dimulai dari halaman pertama atau halaman 1, bagaimana caranya :
Klik halaman pada dokumen yang ingin Anda jadikan halaman pertama. Ini dimana Anda akan memasukkan section break.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai